15 March 2008

"Relasi"


Kasih merupakan suatu relasi, perjumpaan dan pertemuan pribadi dengan seseorang atau alam sekitarnya.
Kalau hubungan kita dengan seseorang atau alam sekitar baik, maka relasi itu bermakna dan hidup kitapun juga bermakna.

Orang tidak begitu saja dilempar Sang Pencipta ke bumi ini.
Karena orang dipercayakan kepada orang lain.
Hubungan pribadi akan bertumbuh semakin dalam , apabila seseorang berusaha mengenal orang dengan lebih baik, mau berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan pihak lain, dan mau melihat keindahan, keunikan serta misteri yang ada dalam diri pihak yang lain. Ini merupakan sebuah proses seumur hidup! Demikian juga relasi kita dengan Allah (Kasih)

Bila kita memandang Allah (kasih) secara keliru, sama halnya memandang seseorang dari penampilan, misalanya harta, kenimkmatan, kesenangan, kekuasaan , kemuliaan yang di cari dan menjadi utama. Maka yang tumbuh adalah kekecewaan dan kepahitan hati. Karena Allah memandang hati.
(1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.")

Agar hubungan antarpribadi dapat bertumbuh semakin baik, kedua pribadi itu harus lebih terbuka satu terhadap yang lain ; yang dibagikan bukan hanya informasi dan gagasan-gasan, tapi juga perasaan, keinginan, nilai, keyakinan, dan cita-cita antara mereka berdua. Demikian juga sebenarnya relasi dengan Allah.
(2 Timotius 3 : 16 – 17 , segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik)

Hanya Allah (Kasih) yang dapat memikat orang lain.
Tanpa Allah (Kasih) mereka ditolak, dan diserahkan kepada yang sama seperti mereka.
(2 Timotius 3 : 12-13 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kritus Yesus akan menderita aniaya, sedang orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan)

Keterbukaan yang dimaksud adalah kesediaan untuk menempatkan hidup pada bagian-bagian hidup ini yaitu hamba Allah, suami-istri, orang tua, anak, teman, sahabat, saudara.
(Kolose 3 ; 18-4:6)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

 

Klinik Rohani Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template